Dua Tipe Layout Disain Web
Ada dua macam tipe tampilan tata letak didalam dunia web disain, yaitu fixed width dan variable width.
Fixed width adalah tampilan web dengan komposisi yang tetap dan tidak berubah di semua resolusi monitor pengunjung
Contoh http://www.mamboawards.com/ Variable width adalah tampilan web dengan komposisi yang berubah mengikuti perubahan resolusi monitor pengunjung.
Contoh http://www.mamboserver.com
Mendesain website dengan fixed width
Mendesain website dengan fixed width berarti kita harus bersiap-siap dengan presisi yang pas. Di awal, kita mungkin sedikit akan dipusingkan dengan angka-angka berikut presisi ukuran.
Apa bila kita memulai dengan sebuah table, kita harus siap dengan angka-angka pembagian colom yang pas.
Misalnya kita membuat sebuah table dengan ukuran 780 pixel, yang kemudian dibagi menjadi 3 kolom, penjumlahan ketiga kolom ini harus sama dengan 780 untuk mengurangi resiko rusaknya layout.
Hal yang terpenting adalah pada penempatan gambar ( atau objek lainnya seperti flash). Penempatan gambar harus disesuaikan dengan besarnya alokasi yang tersedia, karena pemakaian ukuran gambar yang tidak pas akan merusak semua aturan besar / lebar yang telah dideklarasikan pada table anda. Hal yang sama juga terjadi apabila kita memulai sebuah layout dengan tidak menggunakan table (tableless/menggunakan CSS).
Tampilan seperti ini banyak dipergunakan pada situs-situs yang lebih mengedepankan aspek estetis dan keindahan dari website tersebut, seperti website profil perusahaan, studio disain dll.
Mendesain website dengan variable width
Mendesain website dengan variable width kadang cenderung lebih mudah karena kita hanya bermain main persentase dan browser akan megatur/resize semua layout sesuai dengan resolusi monitor.
Tantangan pada mendesain variable width ini adalah pada perubahan tampilan yang kadang-kadang menampilkan tampilan yang tidak lagi manis lagi diresolusi yang berbeda.
Sebagai contoh, Misalnya Anda membuat sebuah web dengan variable width, maka anda mungkin akan menyaksikan kolom-kolom pada table anda akan melebar ketika dibuka pada monitor di resolusi tinggi, dan kemudian mepet-mepet di resolusi monitor yang lebih kecil sehingga Anda harus melakukan tuning lebih
banyak lagi disekitar bagaimana caranya supaya web Anda tetap indah ketika di strecth di semua Resolusi monitor.
Tampilan seperti ini biasanya dipakai pada web yang lebih mengedepankan isi atau content, berusaha memanfaatkan semua ruang yang ada dan mempunyai tingkat interaksi dengan pengunjungnya yang tinggi sehingga membutuhkan layout dengan fleksibelitas tinggi (forum).
Tipe desain seperti ini banyak dipakai pada situs2 komunitas , forum dan informasi.
ANAK BELAJAR dari KEHIDUPANNYA
Jika anak di besarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak di besarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak di besarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak di besarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak di besarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak di besarkan dengan iri hati, ia belajar rendah dirii
Jika anak di besarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Jika anak di besarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak di besarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak di besarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak di besarkan dengan penerimaan, ia belajar mencinta
Jika anak di besarkan dengan dukungan, ia belajar menenangi diri
Jika anak di besarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
Jika anak di besarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawaan
Jika anak di besarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak di besarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak di besarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak di besarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran
KAHLIL GIBRAN
Apa yang dicari?
Dunia semakin panas
Wanita memanas
Pakaian terbatas
Bikin hati panas
Semua kualami
Semua kujalani
Semua kujumpai
Semua kulalui
Katanya …
Ingin dihargai
Ingin dihormati
Ingin dilindungi
Ingin disayangi
Dirinya sendiri …
Tak pernah menghargai
Tak pernah menghormati
Tak pernah melindungi
Tak pernah menyayangi
Maksiat sekarang sudah merajalela
Mulai dari temenan
Beranjak pacaran
Darisitulah semakin meningkat
Mulai berpegang tangan
Beranjak ciuman
Berpakaian ngetat
Biar cowok mendekat
Pake wewangian
Biar dapet perhatian
Cewek sekarang
siapa yang gak butuh duit ?
Semua dijalani
Biar cepet dapet duit
Jual Diri
Jual kesucian
Jual cinta
Jual apa aja biar dapet duit
sumber: Anonim
Menjadi Orang Beragama atau Orang Baik?
Seorang lelaki berniat untuk menghabiskan seluruh waktunya untuk
beribadah. Seorang nenek yang merasa iba melihat kehidupannya membantunya
dengan membuatkan sebuah pondok kecil dan memberinya makan, sehingga
lelaki itu dapat beribadah dengan tenang.
Setelah berjalan selama 20 tahun, si nenek ingin melihat kemajuan yang
telah dicapai lelaki itu. Ia memutuskan untuk mengujinya dengan seorang
wanita cantik. ”Masuklah ke dalam pondok,” katanya kepada wanita itu,
”Peluklah ia dan katakan ‘Apa yang akan kita lakukan sekarang’?” Maka
wanita itu pun masuk ke dalam pondok dan melakukan apa yang disarankan
oleh si nenek. Lelaki itu menjadi sangat marah karena tindakan yang tak
sopan itu. Ia mengambil sapu dan mengusir wanita itu keluar dari
pondoknya. Ketika wanita itu kembali dan melaporkan apa yang terjadi, si
nenek menjadi marah. ”Percuma saya memberi makan orang itu selama 20
tahun,” serunya. ”Ia tidak menunjukkan bahwa ia memahami kebutuhanmu,
tidak bersedia untuk membantumu ke luar dari kesalahanmu. Ia tidak perlu
menyerah pada nafsu, namun sekurang-kurangnya setelah sekian lama
beribadah seharusnya ia memiliki rasa kasih pada sesama.”
Apa yang menarik dari cerita diatas? Ternyata ada kesenjangan yang cukup
besar antara taat beribadah dengan memiliki budi pekerti yang luhur. Taat
beragama ternyata sama sekali tak menjamin perilaku seseorang. Ada banyak
contoh yang dapat kita kemukakan disini. Anda pasti sudah sering mendengar
cerita mengenai guru mengaji yang suka memperkosa muridnya. Seorang kawan
yang rajin shalat lima waktu baru-baru ini di PHK dari kantornya karena
memalsukan tandatangan atasannya untuk keperluan pribadi. Seorang kawan
yang berjilbab rapih ternyata suka berselingkuh. Kawan yang lain sangat
rajin ikut pengajian tapi tak henti-hentinya menyakiti orang lain. Adapula
kawan yang berkali-kali menunaikan haji dan umrah tetapi terus melakukan
korupsi di kantornya.
Lantas dimana letak kesalahannya? Saya kira persoalan utamanya adalah pada
kesalahan cara berpikir. Banyak orang yang memahami agama dalam pengertian
ritual dan fiqih belaka. Dalam konsep mereka, beragama berarti melakukan
shalat, puasa, zakat, haji dan melagukan (bukannya membaca) Alquran.
Padahal esensi beragama bukan disitu. Esensi beragama justru pada budi
pekerti yang mulia.
Kedua, agama sering dipahami sebagai serangkaian peraturan dan larangan.
Dengan demikian makna agama telah tereduksi sedemikian rupa menjadi
kewajiban dan bukan kebutuhan. Agama diajarkan dengan pendekatan hukum (
outside-in), bukannya dengan pendekatan kebutuhan dan komitmen (inside-out
). Ini menjauhkan agama dari makna sebenarnya yaitu sebagai sebuah sebuah
cara hidup (way of life), apalagi cara berpikir (way of thinking).
Agama seharusnya dipahami sebagai sebuah kebutuhan tertinggi manusia. Kita
tidak beribadah karena surga dan neraka tetapi karena kita lapar secara
rohani. Kita beribadah karena kita menginginkan kesejukan dan kenikmatan
batin yang tiada taranya. Kita beribadah karena rindu untuk menyelami jiwa
sejati kita dan merasakan kehadiran Tuhan dalam keseharian kita. Kita
berbuat baik bukan karena takut tapi karena kita tak ingin melukai diri
kita sendiri dengan perbuatan yang jahat.
Ada sebuah pengalaman menarik ketika saya bersekolah di London dulu. Kali
ini berkaitan dengan polisi. Berbeda dengan di Indonesia , bertemu dengan
polisi disana akan membuat perasaan kita aman dan tenteram. Bahkan
masyarakat Inggris memanggil polisi dengan panggilan kesayangan: Bobby.
Suatu ketika dompet saya yang berisi surat-surat penting dan sejumlah uang
hilang. Kemungkinan tertinggal di dalam taksi. Ini tentu membuat saya agak
panik, apalagi hal itu terjadi pada hari-hari pertama saya tinggal di
London . Tapi setelah memblokir kartu kredit dan sebagainya, sayapun
perlahan-lahan melupakan kejadian tersebut. Yang menarik, beberapa hari
kemudian, keluarga saya di Jakarta menerima surat dari kepolisian London
yang menyatakan bahwa saya dapat mengambil dompet tersebut di kantor
kepolisian setempat.
Ketika datang kesana, saya dilayani dengan ramah. Polisi memberikan dompet
yang ternyata isinya masih lengkap. Ia juga memberikan kuitansi resmi
berisi biaya yang harus saya bayar sekitar 2,5 pound. Saking gembiranya,
saya memberikan selembar uang 5 pound sambil mengatakan, ”Ambil saja
kembalinya.” Anehnya, si polisi hanya tersenyum dan memberikan uang
kembalinya kepada saya seraya mengatakan bahwa itu bukan haknya. Sebelum
saya pergi, ia bahkan meminta saya untuk mengecek dompet itu baik-baik
seraya mengatakan bahwa kalau ada barang yang hilang ia bersedia membantu
saya untuk menemukannya.
Hakekat keberagamaan sebetulnya adalah berbudi luhur. Karena itu orang
yang ”beragama” seharusnya juga menjadi orang yang baik. Itu semua
ditunjukkan dengan integritas dan kejujuran yang tinggi serta kemauan
untuk menolong dan melayani sesama manusia.
Keistimewaan Wanita
Wanita dengan fitrahnya yang khas memiliki keistimewaan sebagai berikut:
1. Doa wanita lebih makbul daripada lelaki krn sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki.
Ketika ditanya kepada Rasulullah S.A.W. akan hal tersebut, jawab baginda :
“Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”
2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang lelaki yang soleh.
3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis kerana takutkan Allah S.W.T. dan orang yang takutkan Allah S.W.T.
akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
4. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak
perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.
5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah S.A.W.) di
dalam syurga.
6. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka
dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.
7. Daripada Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang
baginya daripada api neraka.
8. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.
9. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak
dihisab.
11. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya
dan direkannya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).
12. Aisyah r.a. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah S.A.W., siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ? Jawab baginda, “Suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap lelaki ?” Jawab Rasulullah S.A.W. “Ibunya.”
13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana saja yang
dia kehendaki.
14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah S.W.T. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan
menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah S.W.T. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah S.W.T.
17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
18. Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
19. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah S.W.T. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas
untuk membela agama Allah S.W.T.
20. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.
21. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk dari pada 1,000 lelaki yang jahat.
22. 2 rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang
tidak hamil.
23. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (ASI)akan dapat satu
pahala dari pada tiap-tiap tetes susu yang diberikannya.
Download File .swf
Download File .swf anda bisa lihat aja source code dari halaman htmlnya untuk me-downloadnya, terus cari “.swf” , nah dari situ kita copy dan alamat tempat file tersebut misalnya http://www.anu.itu/flash.swf . Kita copy alamatnya ke address bar kita dan kita klik “Go”. Kalo di IE akan ditanya kita mau simpen dimana. Kalo di mozilla, kita set dulu biar mozilla gak ngejalanin plugin swf-nya, baru nanti bisa di-download. Selamat mencobanya.
-
Arsip
- Oktober 2007 (11)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS